![]() Gambar 1 |
![]() Gambar 2 |
![]() Gambar 3 |
![]() Gambar 4 |
![]() Gambar 5 |
Berdasarkan pengalaman mengecewakan yang pernah dialami, Agus, warga Ciputat, Tangerang yang juga pemilik Suzuki Shogun 110 ini belakangan lebih teliti terhadap isi bensin di tangki. Dia selalu ngecek tunggangan sebelum dipakai beraktivitas.
Penasaran sama pengalaman Agus? Gini ceritanya. Awal dipakai, indikator bensin menunjukkan F (full). Tak lama berjalan sekitar 20 km, tiba-tiba motor mogok. “Terpaksa aksi dorong ke SPBU sejauh 2 km gue lakukan,” kenang Agus.
Aku tertipuuuu... sepenggal bait lagu Nugie pun digumamkan si empunya motor. Nah, saat tuh motor diperiksakan di bengkel terdekat, ternyata pelampung bensin kotor. Tapi jarum penunjuk indikator di angka penuh. “Ngeselin, kan?”
Makanya, biar gak ngalamin kayak gitu, pelampung bensin di tangki kudu dicek juga. Gak susah, kok. Toh, peralatan kerja yang dibutuhkan juga simpel; obeng plus, minus dan cairan penetran atau antikarat. Contoh, AHRS Multicare yang dihargai Rp 30.000. Maklum, bensin yang kotor kerap memicu peranti itu korosi.
Cek fungsi pelampung. Caranya, sambung soket kabel pelampung seperti semula. Posisikan kunci kontak pada posisi On. Lalu geser pelampung naik atau turun pelan-pelan (gbr.3), sambil lihat indikator bensin di dasbor. “Posisi pelampung di atas, indikator menunjukkan E (habis), kalau pelampung di bawah, indikator menunjukkan F,” kata Robet yang buka gerai Medan Motor di Jl. Kebon Jeruk Raya No.18, Jakbar.
Bila pelampung ngaco, buka penutup lilitan sensor pelampung. Caranya, cungkil kancingnya pakai obeng min (gbr.4). Cek apakah ada lilitan yang putus atau cuma kotor? Bila ada lilitan yang putus, bisa ganti pelampung baru satu set seharga Rp 80 ribu.
Nah, kalau cuma kotor. Tinggal bersihkan pakai cairan penetran seperti disebut di atas sebagai pembersih karat, pelindung besi dan juga pelumas srot... srooot (gbr.5). Oh ya jangan lupa cek berkala mesti dilakukan minimal 6 bulan sekali. Mudah to Mase?








Tidak ada komentar:
Posting Komentar